Drawing UCL: Siapa Masuk Jalur Neraka?

Oleh f.andrian
Drawing UCL: Siapa Masuk Jalur Neraka?
  • Sebanyak 36 klub sudah memastikan tiket, terdiri dari 29 peserta otomatis dan tujuh pemenang babak play-off
  • Paris Saint-Germain, Bayern Munchen, Real Madrid, Liverpool, Inter Milan, Manchester City, Arsenal, Barcelona, dan Atletico Madrid berada di pot teratas

Undian fase liga Liga Champions 2026/2027 akan digelar malam ini, Kamis (27/8/2026), di Grimaldi Forum, Monako.

Untuk penonton Indonesia, drawing dijadwalkan mulai pukul 23.00 WIB dan dapat disaksikan melalui kanal resmi UEFA.

Sebanyak 36 klub sudah memastikan tiket, terdiri dari 29 peserta otomatis dan tujuh pemenang babak play-off.

“Ada 36 tim yang akan mengikuti masing-masing proses pengundian.” Ungkap UEFA.

Dengan daftar peserta yang sudah lengkap, malam ini akan menentukan seberapa berat jalan setiap klub menuju fase gugur.

Yang membuat drawing kali ini semakin menarik adalah komposisi Pot 1 yang benar-benar penuh raksasa.

Paris Saint-Germain, Bayern Munchen, Real Madrid, Liverpool, Inter Milan, Manchester City, Arsenal, Barcelona, dan Atletico Madrid berada di pot teratas.

Sementara Pot 2 dihuni Borussia Dortmund, AS Roma, Sporting CP, Aston Villa, Porto, Manchester United, Club Brugge, Real Betis, dan PSV Eindhoven.

Dengan format baru, berada di Pot 1 tidak otomatis berarti mendapat jalan mudah karena klub tetap harus menghadapi lawan dari potnya sendiri.

Aturan UEFA menyebut setiap klub akan menghadapi delapan lawan berbeda, masing-masing dua klub dari Pot 1, Pot 2, Pot 3, dan Pot 4.

“Setiap tim akan diundi untuk menghadapi dua lawan dari masing-masing empat pot.” Ucap UEFA.

Dari dua lawan setiap pot, satu pertandingan digelar di kandang dan satu lainnya tandang. Artinya, Real Madrid misalnya tetap berpeluang bertemu dua raksasa Pot 1 seperti Bayern, PSG, Liverpool, Inter, Manchester City atau Arsenal, dengan pengecualian klub dari asosiasi negara yang sama.

Inilah yang berpotensi menciptakan “jalur neraka” bahkan sebelum kompetisi dimulai.

Bayangkan satu klub mendapat dua raksasa Pot 1, lalu Borussia Dortmund atau Manchester United dari Pot 2, Napoli atau Leipzig dari Pot 3, ditambah tim-tim Pot 4 yang secara kualitas tetap berbahaya.

Sebaliknya, klub dengan kombinasi lawan lebih ringan punya peluang jauh lebih besar mengumpulkan poin sejak awal.

Dalam sistem liga seperti sekarang, kualitas undian menjadi penting karena seluruh 36 klub akan bersaing dalam satu klasemen besar.

Manchester United menjadi salah satu tim yang menarik ditunggu nasibnya. Setelah dua musim absen dari Liga Champions, United kembali tetapi hanya berada di Pot 2.

Karena klub dari asosiasi yang sama pada prinsipnya tidak bisa saling bertemu, United tidak dapat mendapat Arsenal, Liverpool atau Manchester City dari Pot 1.

Namun itu bukan berarti aman: PSG, Bayern, Real Madrid, Inter, Barcelona hingga Atletico Madrid tetap bisa menjadi lawannya. Dengan kata lain, status Pot 2 bisa langsung menyeret United ke pertandingan besar sejak fase liga.

Pot 3 juga jauh dari kata ringan. Ada Napoli, RB Leipzig, Villarreal, Feyenoord, Fenerbahce, Galatasaray hingga Lille.

Klub-klub besar yang berharap mendapat napas setelah bertemu lawan Pot 1 dan Pot 2 bisa kembali menghadapi laga sulit.

Fenerbahce bahkan baru memastikan tiket setelah menyingkirkan Lyon dengan agregat 3-2, sementara Bodø/Glimt juga masuk fase liga setelah melewati kualifikasi.

Kehadiran tim-tim dengan atmosfer kandang kuat seperti Galatasaray dan Fenerbahce membuat faktor laga tandang bisa menjadi jebakan tersendiri.

Sementara itu, Pot 4 menghadirkan nama-nama seperti Stuttgart, Como, Lens, AEK Athens, LASK, Viking, Slovan Bratislava, Slavia Praha, dan Sabah.

Di atas kertas mereka menjadi kelompok yang paling diincar para unggulan. Namun format Liga Champions saat ini membuat label “tim kecil” tak lagi berarti pertandingan otomatis mudah.

Setiap poin sangat menentukan karena delapan klub teratas langsung lolos ke babak 16 besar, sedangkan posisi 9 hingga 24 harus melewati knockout play-off. Tim yang finis di posisi 25 ke bawah langsung tersingkir dari kompetisi Eropa.

Karena itu, drawing malam ini bukan sekadar seremoni menentukan siapa bertemu siapa. Dua lawan dari setiap pot, pembagian kandang-tandang, serta larangan bertemu klub senegara bisa menghasilkan perbedaan tingkat kesulitan yang sangat besar.

Fase liga sendiri dimulai pada 8 September 2026 dan berakhir 27 Januari 2027, sebelum kompetisi masuk knockout play-off dan babak 16 besar.

Final akan dimainkan di Estadio Metropolitano, Madrid, pada 5 Juni 2027. Sebelum perjalanan ke Madrid dimulai, pertanyaan besarnya malam ini sederhana: siapa mendapat undian bersahabat, dan siapa yang langsung masuk jalur neraka?

Sumber:UEFA.com

( fan / fan )

Komentar (0)