Wow! Anak Kini Dapat Bantuan Rp976 Juta hingga 17 Tahun
- Sejak lahir, setiap anak akan menerima dukungan finansial hampir Rp1 miliar hingga usia 17 tahun melalui sejumlah skema.
- Paket bantuan mencakup uang tunai, Child Credits, MediSave, dana pendidikan, serta tambahan tabungan bagi keluarga anak.
- Program ini merupakan kebijakan pemerintah Singapura dan mulai berlaku pada 1 April 2027 bagi anak yang memenuhi syarat.
JAKARTA — Dukungan finansial hampir Rp1 miliar bakal diberikan kepada setiap anak yang memenuhi syarat sejak lahir hingga berusia 17 tahun. Jika dikonversikan, total bantuan tersebut mencapai sekitar Rp976,5 juta.
Bantuan tidak hanya diberikan ketika anak baru lahir. Dukungan akan terus mengalir sepanjang masa pertumbuhan melalui sejumlah skema, mulai dari uang tunai, tabungan kesehatan, kredit untuk kebutuhan anak, hingga dana pendidikan.
Skema baru ini juga dirancang agar bantuan dapat diterima lebih merata tanpa membedakan urutan kelahiran anak maupun kondisi keluarga. Masa pemberian sejumlah bantuan bahkan diperpanjang hingga anak menginjak usia 17 tahun.
Kebijakan tersebut merupakan program pemerintah Singapura, bukan pemerintah Indonesia. Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengumumkannya dalam pidato National Day Rally pada Minggu (23/8/2026) lalu melalui skema baru bernama SG Child Support Package.
Program tersebut disiapkan untuk mendampingi keluarga bukan hanya saat kelahiran anak, tetapi juga sepanjang masa pertumbuhannya. Dukungan mencakup bantuan tunai, hibah MediSave, Child Credits, hingga bantuan pendidikan. Total nilai tersebut dengan asumsi kurs S$1 setara Rp13.950,1
"Jika digabungkan, setiap anak Singapura akan menerima hampir S$70.000 dalam bentuk dukungan finansial langsung selama masa pertumbuhan mereka," kata Wong, dikutip dari Channel News Asia, Senin (24/8/2026).
SG Child Support Package nantinya menggabungkan sekaligus menggantikan beberapa skema bantuan yang selama ini berlaku, termasuk Baby Bonus Scheme dan Large Families Scheme. Nilai bantuan yang diterima setiap anak juga akan lebih besar dibandingkan skema saat ini.
Sebagai gambaran, anak pertama akan memperoleh tambahan dukungan sebesar S$42.000 atau sekitar Rp585,9 juta hingga berusia 17 tahun. Sementara itu, anak ketiga mendapat tambahan sekitar S$19.000 atau setara Rp265,1 juta.
Hingga Juni 2026, lebih dari 610.000 anak berusia 17 tahun ke bawah yang berasal dari sekitar 380.000 rumah tangga diperkirakan dapat memperoleh manfaat dari program tersebut.
Salah satu perubahan besar dalam kebijakan baru ini adalah diperluasnya bantuan untuk anak yang dibesarkan oleh orang tua tunggal. Sebelumnya, sejumlah bantuan tunai dalam Baby Bonus Scheme dan Large Family LifeSG Credits hanya diberikan kepada anak dengan orang tua yang menikah secara sah.
National Population and Talent Division (NPTD) di bawah kantor Perdana Menteri Singapura mengatakan pemerintah tetap memandang keluarga tradisional sebagai norma sosial utama dan terus mendukung kehidupan berkeluarga melalui pernikahan.
Namun, pemerintah juga menilai setiap anak Singapura perlu memperoleh dukungan yang memadai untuk tumbuh dan berkembang, terlepas dari kondisi keluarganya.
Karena itu, manfaat SG Child Support Package akan diberikan kepada seluruh anak warga negara Singapura tanpa memandang urutan kelahiran, kondisi keluarga, maupun status perkawinan orang tua.
Skema tersebut juga memperpanjang periode pemberian sejumlah bantuan hingga anak berusia 17 tahun. Dalam sistem yang berlaku saat ini, beberapa bentuk dukungan hanya tersedia hingga anak berusia 12 tahun.
Porsi bantuan dalam bentuk uang tunai juga akan diperbesar dibandingkan dana yang ditempatkan melalui Child Development Accounts (CDA).
Menurut NPTD, pemberian uang tunai memberikan fleksibilitas lebih besar bagi keluarga serta membuat bantuan tidak terlalu bergantung pada kemampuan orang tua untuk menabung di CDA.
Berbeda dengan Baby Bonus Scheme saat ini, nilai bantuan melalui SG Child Support Package juga tidak akan dibedakan berdasarkan urutan kelahiran anak.
"Pada akhirnya, keputusan untuk memiliki anak merupakan keputusan yang sangat pribadi. Kebijakan saja tidak dapat membuat hal itu terjadi. Namun, yang dapat kami lakukan adalah mempermudah warga Singapura yang ingin memiliki anak untuk memulai dan membesarkan keluarga," ujar Wong.
Bayi Baru Lahir Dapat Rp139,5 Juta
SG Child Support Package dijadwalkan mulai berlaku pada 1 April 2027. Setiap bayi baru lahir yang memenuhi persyaratan akan memperoleh bantuan tunai sebesar S$10.000 atau sekitar Rp139,5 juta.
Dana tersebut dibayarkan dalam dua tahap selama 12 bulan pertama setelah kelahiran. Bantuan itu diharapkan dapat membantu keluarga menghadapi peningkatan pengeluaran ketika anak lahir dan selama tahun pertama kehidupannya.
Anak yang lahir sebelum 1 April 2027 dan masih memperoleh pembayaran melalui Baby Bonus Scheme tetap akan menerima bantuan tersebut hingga 31 Maret 2027.
Setelah program baru berlaku, mereka dapat memperoleh tambahan dana sehingga total bantuan tunai yang diterima mencapai S$10.000.
Selain bantuan tunai, setiap anak juga akan memperoleh CDA First Step Grant sebesar S$5.000 atau sekitar Rp69,8 juta. Pemerintah kemudian menyediakan dana pendamping hingga S$5.000 untuk tabungan orang tua di CDA.
Masa berlaku CDA turut diperpanjang sampai akhir tahun ketika anak berusia 16 tahun. Sebelumnya, rekening tersebut hanya berlaku sampai anak berusia 12 tahun.
Bantuan juga terus diberikan setelah masa bayi. Selama 16 tahun pertama kehidupan anak, pemerintah Singapura akan memberikan Child Credits sebesar S$2.000 atau sekitar Rp27,9 juta setiap tahun.
Tambahan dana Edusave juga diberikan setiap tahun ketika anak berada di sekolah dasar dan menengah.
Saat anak mencapai usia 17 tahun, pemerintah akan memasukkan tambahan S$10.000 atau sekitar Rp139,5 juta ke Post-Secondary Education Account (PSEA) mereka.
Keluarga Besar Tetap Dapat Dukungan
Berlakunya SG Child Support Package membuat Large Families Scheme yang sebelumnya khusus ditujukan bagi keluarga dengan tiga anak atau lebih akan dihentikan.
Meski demikian, keluarga dengan lebih banyak anak secara otomatis tetap memperoleh nilai dukungan yang lebih besar karena setiap anak akan menerima tingkat bantuan yang sama.
"Karena setiap anak menerima dukungan yang sama, keluarga dengan lebih banyak anak secara alami akan menerima lebih banyak dukungan secara keseluruhan," kata Wong.
Pemerintah Singapura juga masih mempersiapkan dukungan tambahan bagi keluarga yang memiliki tiga anak atau lebih, terutama untuk kebutuhan kesehatan, transportasi, dan perumahan.
Saat ini, keluarga besar mendapatkan Large Family MediSave Grant sebesar S$5.000 atau sekitar Rp69,8 juta untuk membantu membayar pengeluaran kesehatan.
Kementerian Transportasi Singapura juga akan menyiapkan bantuan tambahan untuk meringankan biaya transportasi keluarga besar. Sementara Kementerian Pembangunan Nasional tengah mengkaji tambahan dukungan untuk sektor perumahan.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Singapura mengurangi berbagai hambatan yang membuat masyarakat enggan memiliki anak.
Dalam Marriage and Parenthood Survey 2021, persoalan biaya menjadi salah satu kendala utama pasangan untuk menjadi orang tua. Kekhawatiran itu mencakup tingginya biaya membesarkan anak, mulai dari penitipan bayi dan anak, les serta kegiatan tambahan, hingga kebutuhan perumahan dan transportasi.
Selain kebijakan untuk keluarga dan anak, pemerintah Singapura berencana memperluas dukungan kepada kelompok lainnya, termasuk lansia, penyandang disabilitas, dan warga lajang.
Rincian lebih lanjut mengenai rangkaian kebijakan keluarga tersebut akan diumumkan dalam beberapa bulan mendatang, termasuk melalui anggaran negara tahun depan.
( ahm / ahm )
Komentar (0)