Pertamina Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

Oleh f.andrian
Pertamina Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026
  • Pertamina Patra Niaga memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan penugasan, seperti Pertalite dan Biosolar, tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026
  • Produk Pertamax dan Dex Series, tetap dapat mengalami penyesuaian mengikuti formula pemerintah, kondisi harga minyak, kurs rupiah, serta faktor pembentuk harga lainnya

PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan penugasan, seperti Pertalite dan Biosolar, tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026.

Kepastian terbaru ini disampaikan di tengah masih tingginya harga minyak dunia dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan perusahaan akan mengikuti kebijakan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Untuk BBM subsidi sesuai arahan Pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026,” ujar Kitty.

Dengan kebijakan tersebut, masyarakat setidaknya mendapat kepastian bahwa gejolak harga energi global tidak langsung diteruskan ke harga BBM yang mendapat intervensi pemerintah.

Hingga awal September 2026, harga Pertalite masih berada di level Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi tetap Rp6.800 per liter.

Keputusan menahan harga BBM juga sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menjaga daya beli, terutama masyarakat kelompok menengah ke bawah.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 11 September 2026 kembali menegaskan pemerintah memilih mempertahankan harga BBM bersubsidi meski tekanan dari harga minyak dunia semakin besar.

Tekanan tersebut memang tidak kecil. Bahlil menyebut Indonesian Crude Price (ICP) saat itu berada di kisaran US$106-108 per barel, sedangkan rata-rata ICP sepanjang Januari hingga September 2026 berada sekitar US$85-90 per barel.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan asumsi ICP dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar US$70 per barel.

Konsekuensinya, mempertahankan harga BBM bersubsidi berpotensi membuat kebutuhan anggaran subsidi dan kompensasi energi membesar.

Pemerintah membuka opsi penambahan anggaran jika diperlukan karena perlindungan daya beli masyarakat dinilai lebih penting di tengah tekanan harga energi global.

Meski demikian, kepastian harga hingga akhir tahun tidak berlaku untuk seluruh produk Pertamina.

Harga BBM nonsubsidi atau Jenis BBM Umum (JBU), seperti sejumlah produk Pertamax dan Dex Series, tetap dapat mengalami penyesuaian mengikuti formula pemerintah, kondisi harga minyak, kurs rupiah, serta faktor pembentuk harga lainnya.

Dengan penegasan terbaru Pertamina tersebut, Pertalite dan Biosolar dipastikan tidak naik hingga penghujung 2026 sepanjang kebijakan pemerintah saat ini tetap berlaku.

Di tengah gejolak minyak dunia, kebijakan ini menjadi instrumen pemerintah untuk menahan tekanan biaya transportasi dan menjaga daya beli masyarakat agar kenaikan harga energi global tidak langsung membebani konsumen dalam negeri.

Sumber: ANTARA

( fan / fan )

Komentar (0)