Prabowo Akui Dilema Kereta Cepat, Kota-Kota Kecil Jangan Tersisih

Oleh Sir Arafat
TL;DR
  • Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pembangunan transportasi nasional tidak boleh hanya berorientasi pada kecepatan dan kemajuan teknologi. Dia menegaskan pe

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pembangunan transportasi nasional tidak boleh hanya berorientasi pada kecepatan dan kemajuan teknologi. Dia menegaskan pemerataan pelayanan bagi masyarakat di kota-kota kecil harus tetap menjadi prioritas di tengah ambisi menghadirkan jaringan kereta modern.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah. Dia menilai pengembangan perkeretaapian nasional menghadapi tantangan besar antara mengejar modernisasi dan memastikan seluruh wilayah tetap memperoleh akses transportasi yang adil.

Menurut dia, pembangunan kereta berkecepatan tinggi memang menjadi simbol kemajuan teknologi suatu negara. Namun, orientasi tersebut berpotensi meninggalkan daerah-daerah kecil apabila tidak diimbangi dengan pengembangan jaringan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

"Kadang-kadang dilema, ingin kereta api cepat akhirnya kota-kota kecil tidak terlayani. Ya, kita mengejar modernisasi, kita mengejar teknologi, tapi ingat teknologi, semua sarana adalah untuk melayani rakyat. Hal ini saya titip pesan benar-benar sama Kereta Api Indonesia," ujar Prabowo.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan infrastruktur transportasi tidak semata-mata diukur dari kecanggihan teknologi maupun kecepatan layanan. Dia menilai manfaat nyata bagi masyarakat harus tetap menjadi ukuran utama keberhasilan pembangunan sektor perkeretaapian.

Prabowo menilai kereta api di berbagai negara berkembang sebagai instrumen pelayanan publik yang tidak selalu berorientasi pada keuntungan komersial. Dia berpandangan fungsi sosial transportasi massal harus tetap ditempatkan di atas kepentingan bisnis agar manfaatnya dirasakan secara luas.

Menurut dia, keberadaan kereta api memiliki arti strategis dalam memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat. Moda transportasi tersebut dinilai mampu membuka akses mobilitas yang lebih murah sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan di luar pusat-pusat ekonomi besar.

"Kereta api adalah instrumen ekonomi rakyat. Kereta api adalah instrumen sesungguhnya daripada demokratisasi ekonomi," katanya.

Dia menilai akses transportasi yang merata akan memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pekerjaan, pendidikan, dan layanan publik. Karena itu, pembangunan jaringan kereta dinilai harus mampu menjangkau seluruh wilayah tanpa menciptakan kesenjangan baru antara kota besar dan daerah kecil.

Prabowo mengatakan pemerintah tidak akan berhenti pada pengembangan jaringan kereta di Pulau Jawa. Dia mengungkapkan pembangunan Trans-Sumatra Railway menjadi agenda berikutnya untuk memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di luar Jawa.

Dia menuturkan pengembangan jaringan kereta di Sumatra diharapkan menjadi pijakan bagi perluasan konektivitas nasional. Langkah tersebut juga diarahkan untuk mengurangi kesenjangan pembangunan infrastruktur yang selama ini masih terkonsentrasi di sejumlah wilayah.

"Habis Trans-Sumatra nanti Trans-Kalimantan kalau bisa bersamaan kita mulai," ujarnya.

Rencana tersebut menunjukkan pemerintah ingin memperluas jaringan transportasi berbasis rel hingga ke pulau-pulau besar lainnya. Namun, tantangan terbesar tetap berada pada kemampuan menghadirkan pembangunan yang tidak hanya mengejar proyek berskala besar, tetapi juga memastikan daerah-daerah kecil memperoleh akses layanan yang setara.