Demam Piala Dunia 2026: Ketika Pintu Markas TNI-Polri Terbuka untuk Nobar Rakyat, Amankah?

Oleh f.andrian
TL;DR
  • Demam sepak bola sejagat kembali melanda Indonesia seiring dibukanya kompetisi akbar Piala Dunia 2026. Di tengah gegap gempita tersebut, institusi Tentara Nasio

Demam sepak bola sejagat kembali melanda Indonesia seiring dibukanya kompetisi akbar Piala Dunia 2026. Di tengah gegap gempita tersebut, institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membuat gebrakan serentak dengan menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) berskala nasional.

Agenda ini dijadwalkan berlangsung dari fase grup hingga laga final, memanfaatkan infrastruktur komando dari tingkat pusat hingga pos terdepan di daerah-daerah.

Inisiatif ini terwujud melalui kerja sama strategis antara institusi keamanan dan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI selaku pemegang hak siar resmi di tanah air. Pihak Polri secara resmi mengumumkan kesiapannya menggelar nobar di berbagai fasilitas mereka.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa jajarannya akan memfasilitasi ruang nonton bersama demi mendekatkan diri kepada warga. Langkah serupa diambil oleh TNI yang membuka pintu markas-markas tentara agar masyarakat dapat menikmati turnamen ini secara gratis.

Pihak TNI mengonfirmasi bahwa agenda yang mereka sebut sebagai "Nobar Kebangsaan" ini akan digelar masif di berbagai komando wilayah.

Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjangkau lapisan masyarakat terdalam. Menurut keterangannya, acara ini diselenggarakan oleh satuan jajaran TNI yang meliputi Kodam, Koarmada, Kodaeral, Kodau, Koopsud, Korem, Kodim, Lanal, Lanud, Koramil, hingga Posal.

Dengan pemetaan ini, praktis hampir seluruh wilayah di Indonesia akan menyelenggarakan titik kumpul pencinta sepak bola.

Dari sudut pandang yang pro, kebijakan ini dinilai sebagai langkah positif untuk mempererat hubungan emosional antara aparat penegak hukum, personel pertahanan, dan warga sipil.

"Nobar ini menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk menikmati pertandingan Piala Dunia sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan rakyat." kata Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas.

Melalui atmosfer olahraga yang cair dan penuh kegembiraan, sekat-sekat formalitas antara aparat dan warga diharapkan dapat mencair dengan sendirinya.

Selain memperkuat ketahanan sosial, dorongan pro juga datang dari aspek pemulihan dan perputaran ekonomi lokal di sekitar lokasi nobar.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggarisbawahi bahwa berkumpulnya massa dalam jumlah besar merupakan peluang emas bagi para pelaku usaha kecil.

"Sehingga kemudian ini bisa menjadi hiburan masyarakat, hiburan rakyat, sekaligus juga membantu menghidupkan ekonomi daerah dari sisi UMKM tingkat daerah." ucap Kapolri Jenderal Listyo.

Namun, kebijakan membuka pintu markas untuk umum selama sebulan penuh ini tidak lepas dari sorotan tajam dan pandangan kontra dari sejumlah pengamat militer dan kepolisian. Kritik yang muncul umumnya menyoroti potensi kerawanan keamanan internal institusi serta potensi kelalaian tugas pokok.

Beberapa analisis dari lembaga swadaya masyarakat bidang hak asasi dan keamanan mengingatkan bahwa fungsi utama pangkalan militer dan kantor polisi adalah pelayanan publik dan objek vital negara, yang semestinya steril dari konsentrasi massa yang tidak terprediksi pada jam-jam malam atau dini hari.

Kekhawatiran lain dari pihak yang kontra adalah risiko terjadinya gesekan antarkelompok suporter atau potensi gangguan ketertiban di lingkungan internal aparat.

Mengingat fanatisme sepak bola yang tinggi di Indonesia, pengamat kepolisian mengingatkan bahwa jika situasi nobar tidak terkendali, hal itu justru bisa membebani personel yang seharusnya bertugas menjaga keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Fokus anggota di lapangan dikhawatirkan terpecah antara mengamankan wilayah patroli rutin dan mengawasi jalannya nobar di dalam kompleks mereka sendiri.

Menanggapi berbagai kekhawatiran tersebut, Polri memastikan bahwa aspek operasional baku dan pengamanan tetap menjadi prioritas utama yang tidak akan dikorbankan.

Kapolri menjamin bahwa izin kegiatan dan pemetaan risiko telah diperhitungkan secara matang, bahkan momentum ini akan disisipkan pesan-pesan edukasi kamtibmas kepada masyarakat yang hadir.

Jajaran TNI pun mengimbau agar masyarakat yang datang ke pangkalan militer tetap menjaga ketertiban, kebersihan, dan mematuhi aturan protokoler yang berlaku di lingkungan TNI demi kenyamanan bersama.

Gelaran nobar Piala Dunia 2026 di lingkungan TNI dan Polri menjadi sebuah eksperimen sosial yang menarik dalam memanfaatkan momentum olahraga global sebagai instrumen komunikasi publik.

Di satu sisi, kegiatan ini membuka ruang hiburan yang inklusif dan menggerakkan ekonomi mikro di tingkat tapak.

Di sisi lain, kedisiplinan aparat dalam menjaga batas profesionalisme dan keamanan markas tetap diuji agar fungsi pertahanan dan pelayanan masyarakat tidak ikut terganggu demi sebuah pesta bola.

Sumber: CNN Indonesia, Kompas, detik