Survei Poltracking 2026: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Publik, DPR dan Polri Berada di Posisi Bontot

Oleh Virgio Halimawan
TL;DR
  • Lembaga survei Poltracking Indonesia memaparkan peta kepercayaan masyarakat terhadap berbagai lembaga negara dan institusi demokrasi di Indonesia melalui survei

Lembaga survei Poltracking Indonesia memaparkan peta kepercayaan masyarakat terhadap berbagai lembaga negara dan institusi demokrasi di Indonesia melalui survei teranyarnya yang digelar pada Mei 2026. Hasilnya, Tentara Nasional Indonesia (TNI) sukses mengukuhkan posisinya sebagai institusi yang paling mendapatkan tempat di hati masyarakat.

Berikut adalah rincian tingkat kepercayaan publik berdasarkan temuan Poltracking:

1. TNI Berada di Puncak Kepercayaan

TNI berhasil menduduki peringkat pertama sebagai lembaga negara dengan tingkat legitimasi tertinggi.

  • 10,5% respondenmenyatakansangat percaya.

  • 68,5% respondenmenyatakancukup percaya.

  • Secara akumulatif, total kepercayaan publik terhadap TNI menembus angka79%.

2. Peringkat Kepercayaan Lembaga Negara Lainnya

Di bawah TNI, posisi kedua ditempati oleh Lembaga Kepresidenan, disusul oleh institusi penyelenggara pemilu dan hukum lainnya:

  • Lembaga Kepresidenan:74,5%

  • Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu):71,3%

  • Mahkamah Agung (MA):69%

  • Kejaksaan Agung:66,8%

  • Mahkamah Konstitusi (MK):66,6%

  • Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK):65,8%

Setelah KPK, tingkat kepercayaan publik secara berturut-turut diikuti oleh Badan Intelijen Negara (BIN), Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR), Partai Politik, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Komisi Yudisial (KY).

3. Rapor Merah: Institusi dengan Kepercayaan Terendah

Berbanding terbalik dengan TNI, sektor legislatif dan penegak hukum tertentu justru harus puas berada di urutan paling bawah dalam hal tingkat kepercayaan masyarakat.

"Tingkat kepercayaan rendah di urutan pertama ada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri)," ungkap Peneliti Poltracking, Masduri Amrawi, dalam konferensi pers pada Kamis (4/6/2026).

Masduri menambahkan bahwa tren ini sejalan dengan tingkat kepuasan publik, di mana TNI tetap kokoh di urutan teratas, sementara DPR-RI terpuruk di posisi terakhir.

Metodologi Survei

Sigi Poltracking Indonesia ini dilakukan pada periode11–17 Mei 2026dengan melibatkan 1.220 responden yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sampel yang dipilih merupakan warga negara yang sudah memiliki hak pilih (berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah). Pengumpulan data dilakukan lewat wawancara tatap muka langsung menggunakan metodemultistage random sampling. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95% denganmargin of errorsekitar ±2,9%.