Istana Pastikan Cara Komunikasi Menteri Jadi Bahan Evaluasi Presiden

Oleh Sir Arafat
TL;DR
  • Istana Kepresidenan berharap Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memperbaiki pola komunikasi kepada publik setelah gaya penyampaiannya menjadi sorotan. Pemerin

Istana Kepresidenan berharap Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memperbaiki pola komunikasi kepada publik setelah gaya penyampaiannya menjadi sorotan. Pemerintah menilai komunikasi yang tepat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kabinet.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan masukan terkait cara berkomunikasi seorang menteri akan menjadi bahan evaluasi internal. Dia menegaskan pemerintah akan menyampaikan catatan tersebut agar ke depan penyampaian informasi kepada publik dapat dilakukan secara lebih baik.

"Kalaupun ada yang berkenaan dengan masalah, salah seorang menteri yang kemudian dianggap cara menyampaikan sesuatu ke publik itu dianggap kurang pas, nah itu menjadi catatan untuk nanti kami komunikasi dan kita berharap akan diperbaiki," kata Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta.

Prasetyo menjelaskan Presiden Prabowo Subianto secara rutin melakukan evaluasi terhadap seluruh kementerian dan para menteri di Kabinet Merah Putih. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan terus mengalami perbaikan dari waktu ke waktu.

Menurut dia, evaluasi tidak semata-mata berfokus pada capaian kinerja setiap kementerian. Pemerintah juga membuka ruang koordinasi dan saling memberikan masukan sesuai dengan konteks persoalan yang dihadapi.

"Kita lakukan evaluasi dalam artian saling berkoordinasi, dalam artian saling memberikan masukan. Karena ada beberapa hal yang memang tergantung konteksnya. Kalau evaluasi dari sisi kinerja itu ada sendiri bagaimana cara kita kemudian mengevaluasi," ujarnya.

Nama Dody Hanggodo belakangan menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan hubungan kekerabatan dengan Komisaris PT Pembangunan Perumahan (PT PP) Tbk Aisyah Zakiyyah. Sorotan juga menguat setelah beredar dokumen administrasi perjalanan dinas ke Amerika Serikat yang mencantumkan nama anggota keluarganya.

Polemik tersebut memicu berbagai tanggapan di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan keterlibatan anggota keluarga dalam dokumen perjalanan dinas yang kemudian ramai diperbincangkan.

Kementerian Pekerjaan Umum membantah tudingan bahwa perjalanan keluarga Dody dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kementerian menjelaskan dokumen yang beredar hanya merupakan persyaratan administratif untuk proses pengajuan visa.

Penjelasan itu disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Pemerintah menegaskan tidak ada anggaran negara yang digunakan untuk membiayai perjalanan anggota keluarga Menteri PU.

Kunjungan Kerja Dibatalkan

Di tengah polemik yang berkembang, Dody memutuskan membatalkan agenda kunjungan kerja ke Amerika Serikat. Keputusan tersebut diambil beberapa hari setelah dokumen perjalanan dinas menjadi perhatian publik.

Pembatalan itu semakin memperkuat perhatian terhadap isu yang menjerat Menteri PU. Namun, pemerintah belum mengaitkan keputusan tersebut dengan proses evaluasi internal kabinet.

Dody menyatakan tidak mempermasalahkan kritik yang diarahkan kepadanya. Dia justru memandang berbagai masukan dari masyarakat sebagai bagian dari proses memperbaiki diri.

Menurut dia, kritik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi dan dapat menjadi bahan evaluasi pribadi. Sikap terbuka terhadap kritik dinilai penting agar pejabat publik dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Enggak ada masalah. Kritik itu kan bagus. Kritik itu bagus membuat saya lebih bisa memperbaiki diri lagi ke depan. Enggak, enggak ada masalah," ucapnya.