Respons Hasto Warnai Manuver Kaesang, Persaingan Pileg 2029 Mulai Memanas
- Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi rencana Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep maju sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2029 melalui Dae
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi rencana Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep maju sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2029 melalui Daerah Pemilihan Jawa Tengah V. Dia menilai pencalonan dalam kontestasi politik merupakan proses demokrasi yang lazim, tetapi harus tetap berlandaskan ideologi dan gagasan besar.
Menurut dia, politik tidak semestinya hanya dipandang sebagai ajang perebutan jabatan atau kursi legislatif. Setiap politisi, kata dia, perlu memiliki pijakan nilai dan arah perjuangan yang jelas agar kompetisi politik tetap menjaga kualitas demokrasi.
"Politisi itu dipimpin oleh ideologi, oleh gagasan-gagasan besar. Sehingga hal-hal yang sifatnya praktis-praktis, menjadi calon anggota legislatif, itu kan proses yang normal," kata Hasto di Sekolah Partai PDIP, Jakarta.
Pernyataan tersebut muncul setelah Kaesang menyatakan kesiapannya bertarung dari Dapil Jawa Tengah V pada Pemilu Legislatif 2029. Kawasan itu selama ini dikenal sebagai salah satu daerah pemilihan strategis sekaligus basis penting PDIP di Jawa Tengah.
Dapil Jawa Tengah V meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo. Wilayah tersebut juga menjadi daerah pemilihan Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani.
Pada Pemilu Legislatif 2024, Dapil Jawa Tengah V memperebutkan delapan kursi DPR RI. Puan Maharani menjadi peraih suara terbanyak dengan 297.366 suara, sekaligus menempatkannya sebagai peraih suara nasional tertinggi ketiga pada pemilu tersebut.
Kondisi itu membuat rencana pencalonan Kaesang dipandang akan meningkatkan intensitas persaingan politik di wilayah tersebut. Sejumlah pengamat menilai Dapil Jawa Tengah V berpotensi menjadi salah satu arena kontestasi paling kompetitif menjelang Pemilu 2029 karena mempertemukan figur-figur politik nasional dari partai berbeda.
Persaingan itu juga diperkirakan tidak hanya mengandalkan popularitas kandidat. Kekuatan mesin partai, jaringan akar rumput, serta kemampuan menjaga loyalitas pemilih dinilai akan menjadi faktor penentu dalam memperebutkan suara di kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu basis utama PDIP.
Sementara itu, Kaesang mengaku keputusan maju dari Dapil Jawa Tengah V bermula dari agenda kunjungannya ke Solo. Dia menyebut semula hanya berencana menghadiri kegiatan Persis Solo sebelum akhirnya mengumumkan pencalonannya dalam Rakorda PSI Kota Solo.
"Saya sebenarnya ke Solo tuh rencananya tadi hanya untuk Persis Solo, tapi memang ngepasi ada Rakordanya DPD Kota Solo, ya wis pisan ngumumke kalau bakal jadi caleg di sini," ujar Kaesang saat menghadiri Rakorda PSI Kota Solo, Sabtu (25/7). Rencana pencalonan tersebut menjadi sinyal awal menghangatnya persaingan antarpartai menuju Pemilu Legislatif 2029. Selain mempertemukan figur-figur nasional di satu daerah pemilihan, kontestasi di Jawa Tengah V diperkirakan akan menjadi barometer efektivitas strategi politik dan konsolidasi partai dalam merebut dukungan pemilih.