Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, 140 Orang Masih Dicari
- Operasi SAR kini diperkuat dengan berbagai armada, termasuk KN SAR Laksmana 241, KN SAR 249 Permadi, KRI Nala, KN Kunyit hingga helikopter HR-3601
- Basarnas menegaskan jumlah korban maupun data evakuasi masih dapat berubah karena proses pencocokan manifes dan pendataan di lapangan terus berlangsung
KALIMANTAN SELATAN — Operasi besar-besaran masih berlangsung untuk mencari penumpang dan awak KM Virgo Transport 8 yang mengalami insiden saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Berdasarkan pembaruan operasi SAR Minggu siang, 13 September 2026, kapal tersebut membawa 243 orang.
Sebanyak 103 orang telah berhasil dievakuasi, terdiri dari 102 orang selamat dan satu orang meninggal dunia, sementara 140 orang lainnya masih belum terkonfirmasi keberadaannya.
Insiden bermula ketika Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya pada Sabtu, 12 September 2026. Kapal kemudian menghadapi cuaca buruk di Laut Jawa.
Sekitar pukul 02.00 WITA, nakhoda sempat melaporkan bahwa kondisi kapal mulai miring sebelum komunikasi terputus. Kantor SAR Banjarmasin menerima laporan kejadian pada pukul 04.10 WITA dan segera mengerahkan tim menuju posisi terakhir kapal.
Posisi awal kejadian tercatat di koordinat 04°31'51,82" LS–114°02'06,88" BT atau sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
Tim SAR Banjarmasin mulai bergerak pukul 04.30 WITA dan satu jam kemudian KN SAR Laksmana 241 diberangkatkan menuju lokasi. Sejumlah kapal lain yang berada di sekitar perairan tersebut ikut membantu proses penyelamatan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator, I Putu Sudayana, menyampaikan perkembangan resmi operasi tersebut.
“Total penumpang yang berhasil dievakuasi hingga pukul 12.00 WITA sebanyak 103 penumpang,” kata Putu dalam konferensi pers.
Dari jumlah tersebut, TB Mauhaw IX mengevakuasi 16 orang, TB TCP sebanyak 38 orang, dan MV Haida membawa 49 orang.
Operasi SAR kini diperkuat dengan berbagai armada, termasuk KN SAR Laksmana 241, KN SAR 249 Permadi, KRI Nala, KN Kunyit hingga helikopter HR-3601.
Fokus utama tim adalah menyisir wilayah sekitar titik kejadian dan memperluas pencarian untuk menemukan 140 orang yang belum terdata.
Basarnas menegaskan jumlah korban maupun data evakuasi masih dapat berubah karena proses pencocokan manifes dan pendataan di lapangan terus berlangsung.
Sebelumnya sempat muncul data berbeda dari pihak Pelindo. General Manager Pelindo Pelabuhan Kotabaru, Dani Rahmat, meneruskan informasi dari Pelabuhan Trisakti yang menyebut jumlah orang yang dievakuasi sempat mencapai 115.
“Total info sementara sudah 115 orang yang sudah dievakuasi, dengan keterangan satu orang meninggal dunia dan satu orang luka-luka,” ujarnya.
Namun, pembaruan resmi operasi SAR berikutnya dari Basarnas mencatat 103 orang telah teridentifikasi dievakuasi dari total 243 orang, sehingga angka Basarnas menjadi acuan dalam perkembangan terbaru ini.
Penanganan korban juga dipersiapkan di darat. Sejumlah penumpang yang dievakuasi diarahkan menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, sementara sebagian korban yang diselamatkan TB Mauhaw IX direncanakan dibawa menuju Pelabuhan Tuban.
Ambulans serta fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Ulin dan Rumah Sakit Bhayangkara, disiagakan untuk menerima korban yang membutuhkan penanganan medis. Keluarga penumpang pun mulai berdatangan ke Pelabuhan Trisakti untuk menunggu informasi terbaru.
Hingga pembaruan terbaru, operasi pencarian belum dihentikan. Prioritas utama Basarnas dan unsur gabungan adalah menemukan seluruh penumpang serta awak yang belum terkonfirmasi, sekaligus memastikan data korban tidak tumpang tindih.
Penyebab pasti insiden juga belum dapat disimpulkan hanya dari laporan awal cuaca buruk dan kondisi kapal yang miring.
Dengan 140 orang masih dalam pencarian, perkembangan Virgo Transport 8 masih sangat dinamis dan angka korban berpotensi berubah mengikuti hasil operasi SAR berikutnya.
Sumber: Basarnas, ANTARA
( fan / fan )
Komentar (0)